Home

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Vihara Samudra Bhakti Kecamatan Bunguran Timur

Pergaulan dan kerukunan antar umat beragama di KabupatenNatuna masih sangat kondusif, hal ini dapat dilihat dari ketentraman, ketertiban serta sikap saling menghargai terhadap berbagai kegiatan keagamaan, dalam menjalankan ibadah sesuai agama yang dianut serta toleransi yang tercermin dalam pergaulan bermasyarakat.

Kondisi ini hendaknya dapat dilestarikan untuk mewujudkan kondisi masyarakat yang kondusif sebagai modal dalam menjalankan pembangunan daerah dalam sebuah tatanan sosial yang beragam.

Demikian dikatakan Bupati Natuna, Drs, H, Ilyas Sabli,M.Si dalam acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Vihara Samudra Bhakti Kecamatan Bunguran Timur, Senin (9/11) pagi di Batu Kapal Ranai.

Menurutnya, pelaksanaan pembangunan tempat ibadah ini merupakan salah satu cerminan kekompakan dari umat Budha yang telah mengumpulkan sumber anggaran dari umat secara bersama, melalui pembangunan secara bertahap dengan tujuan agar pelaksanaan ibadah keagamaan kedepan dapat lebih baik dan sebagai pusat kegiatan pendidikan keagamaan bagi generasi muda.

Pemerintah Daerah telahpun menetapkan Bidang Keagamaan sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah, melalui berbagai program, diantaranya pembenahan kualitas rumah ibadah dan bantuan bagi pegawai rumah ibadah dengan maksud agar berbagai kegiatan keagamaan dapat terlaksana sesuai ajaran agama masing-masing untuk mewujudkan masyarakat Natuna yang beriman dan bertaqwa.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Walubi Kabupaten Natuna, Hendrik mengatakan bahwa jumlah umat Budha di Kecamatan Bunguran Timur saat ini sebanyak 1.250 jiwa, dengan dibangunnya rumah ibadah ini diharapkan umat Budha khususnya di Kecamatan Bunguran Timur dan sekitarnya dapat menjalankan ibadah secara lebih khusuk serta menjadi wadah mempererat silaturrahmi sekaligus komunikasi antara sesama Umat Budha, oleh karenanya diucapkan terima kasih kepada aparatur pemerintahan yang telah membantu dalam memudahkan proses perizinan dan pembangunannya.

Selanjutnya, Ketua Yayasan Tri Dharma Bhakti, jhoni Puas melaporkan bahwa pembangunan rumah ibadah ini akan menelan anggaran sebesar kurang lebih empat milyar sedangkan dana umat yang terkumpul sebesar 200 juta, oleh karenanya pembangunan akan diselenggarakan secara bertahap sesuai kondisi keuangan yang ada menunggu sumber anggaran lain yang bersifat tidak mengikat.

Adapun Izin Mendirikan Bangunan yang diterbitkan untuk pembangunan rumah ibadah ini berdasarkan IMB Nomor 20/RP/KPPPM/IX/2015 tanggal 3 September 2015 dengan Bangunan seluas 1.062,5 meter persegi.

(Ditulis oleh : Ridwan/Sri/Santi)**

 

 

Bupati Natuna Buka Kegiatan Bela Negara

 

Dalam upaya untuk meningkatkan nilai-nilai bela negara kepada aparatur sipil negara dan masyarakat, di Kabupaten Natuna, Rabu (04/11) diadakan kegiatan implementasi nilai-nilai bela negara yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna Sri Serindit Ranai.

Read more...

 

BUPATI DIALOG DENGAN WARGA DESA PULAU PANJANG DAN KEDAU

Bupati Natuna Drs.H. Ilyas Sabli, MSi beberapa waktu lalu mengelar pertemuan dengan warga Desa Pulau Panjang dan Kerdau, Kecamatan Subi.

Pada pertemuan bersama warga kedua desa tersebut Bupati menyampaikan bahwa Desa Pulau Panjang dan Kerdau yang merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Subi memiliki potensi perikanan yang sangat menjanjikan bagi mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, hal ini dapat dilihat dari sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan ikan budidaya yang sesuai pula dengan karakter geografis yang dikelilingi lautan.

Namun sebagai indikator kemajuan sebuah daerah tentunya ketersediaan sarana penunjang sangat dibutuhkan, diantaranya pelabuhan, listrik, air bersih, pos pelayanan kesehatan dan pendidikan dan lain sebagainya yang harus menjadi perhatian Pemerintah Daerah.

Menyikapi permintaan pihak Pemerintah Desa Pulau Panjang atas listrik, Bupati menyampaikan hal tersebut sudah direalisasikan berupa sebuah mesin listrik yang diajukan pada tahun ini, oleh karenanya diharapkan ada kontribusi dari Pemerintah Desa Pulau Panjang untuk menggesa realisasi jaringan listrik sampai kepada rumah warga melalui upaya dan kebijakan serta anggaran yang telah diserahkan untuk dikelola secara mandiri.

Sama hal nya disektor perikanan yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan masyarakat, Pemerintah Daerah telahpun mengambil berbagai kebijakan dan program kerja strategis yang dirasa akan mampu mendukung sektor ini menjadi salah satu pendapatan asli daerah secara keseluruhan baik melalui sumber anggran dari APBD Provinsi maupun APBN, namun demikian hal tersebut membutuhkan proses, waktu dan anggaran yang cukup besar. Oleh karenanya diharapkan kepada masyarakat Desa Pulau Panjang dan Kerdau khususnya agar dapat sedikit bersabar dan selalu menjaga kekompakan, terutama dalam mengelola sektor perikanan sekaligus melestarikan lingkungan sekitar.

Kepada aparatur pemerintahan yang bertugas di Desa Pulau Panjang dan Kerdau khususnya diharapkan dapat bersabar dan menyikapi isu yang beredar disebabkan devisit anggaran, Pemerintah Daerah tidak akan merumahkan PTT maupun GTT serta akan mempertahankan tunjangan daerah bagi Aparatur Sipil Negara, karena dirasa seluruh aparatur Pemerintahan merupakan ujung tombak penggerak program kerja pembangunan dan roda pemerintahan. Jangan sampai termakan isu yang tidak benar dan menyebabkan menurunnya kualitas kerja pelayanan bagi masyarakat.

 

(Ditulis oleh : Ridwan/Sri/Santi)**

 

 

KEBERSAMAAN BUPATI NATUNA DENGAN WARGA KAMPAR NATUNA

Kebersamaan antara masyarakat asal Natuna dengan berbagai suku pendatang telah terjadi sejak lama, dan menciptakan nuansa tatanan sosial yang beragam dalam sebuah kebersamaan melalui peran mengisi pembangunan, termasuk keberadaan warga keturunan Kampar yang saat ini jumlahnya cukup banyak dan tersebar hampir diseluruh wilayah Kabupaten Natuna.

Hal ini disampaikan Bupati Natuna, Drs. H. Ilyas Sabli,M.Si dalam acara malam ramah tamah dengan perwakilan anggota DPRD Kampar dan Ikatan Warga Kampar Natuna, Minggu (8/11) malam di rumah makan Sisi Basisir Ranai.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga mengharapkan dengan terbentuknya Ikatan Warga Kampar Natuna dapat menjadi sebuah wadah komunikasi kekeluargaan dan kekerabatan warga Kampar di Kabupaten Natuna, sebagai media pererat silaturrahmi, meningkatkan kepedulian sosial serta jalinan persaudaraan dan kekerabatan yang telah terjalin dengan masyarakat setempat maupun beberapa suku lainnya yang ada di Kabupaten Natuna dapat terjalin lebih baik.

Pada kesempatan tersebut, anggota DPRD Kampar, H. Sahrul Aidil Mazat, LC menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna karena telahpun memperlakukan masyarakat Kampar sebagaimana warga pendatang lainnya, memberikan peluang untuk berperan dan berkontribusi dalam segala tugas dan fungsi.

Beliau juga berharap kepada masyarakat Kampar yang telah menempati jabatan terutama sebagai aparatur pemerintahan juga diberikan peluang untuk berpartisipasi secara nyata untuk saling mendukung dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan pembangunan daerah.

 

(Ditulis oleh : Aripul/Endang/Santi)**

 

 

BUPATI NATUNA RESMIKAN GEDUNG SDN 1 SERASAN

 

Pada kunjungan kerjanya ke Kecamatan Serasan, salah satu agenda Bupati Natuna Drs.H.Ilyas Sabli adalah meresmikan pemakaian gedung Sekolah Dasar Negeri 1 Serasan.

Read more...

 

SERASAN BUTUH BANTUAN, LISTRIK DAN JALAN

Kecamatan Serasan membutuhkan pelabuhan perikanan, bongkar muat, ketersediaan listrik baik untuk penerangan rumah tangga maupun kegiatan industri dan jalan untuk kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

Read more...

 

WEBSITE TERKAIT

Web Pemda se-Kepri

RAGAM BERITA